Slawi, 24
Agustus 2015.
Pada posting kali ini,
penulis akan menyampaikan suatu kegiatan yang bermanfaat besar bagi
siswa-siswi kita. Kegiatan yang dapat bermanfaat untuk menumbuhkan kreatifitas
dan inovasi siswa-siswi kita. Salah satu kegiatan yang kami tulis yaitu tentang
manfaat Majalah Dinding di dalam kelas.
Majalah dinding merupakan jenis media komunikasi
massa tulis yang sederhana. Disebut majalah dinding karena prinsip dasar
majalah terasa dominan di dalamnya, sementara itu penyajiannya biasanya
dipampang pada dinding atau yang sejenisnya. Prinsip majalah tercermin lewat
penyajiannya, baik yang berwujud tulisan, gambar, atau kombinasi dari keduanya.
Dengan prinsip dasar bentuk kolom-kolom, bermacam-macam hasil karya, seperti
lukisan, vinyet, teka-teki silang, karikatur, cerita bergambar, dan sejenisnya
disusun secara variatif. Semua materi itu disusun secara harmonis sehingga
keseluruhan perwajahan mading tampak menarik. Bentuk fisik mading biasanya
berwujud lembaran tripleks, karton, atau bahan lain dengan ukuran yang beraneka
ragam. Ukuran yang tergolong relatif besar adalah 120 cm x 240 cm, sedang yang
lebih kecil lagi disesuaikan dengan situasi dan kondisinya.Peranan majalah
dinding yang tampak pokok sebagai salah satu fasilitas kegiatan siswa secara
fisikal dan faktual serta memiliki sejumlah manfaat yaitu :informatif,
komunikatif, rekreatif, dan kreatif.
Bagaimana Fungsi Mading
1. Alat komunikasi
Mading adalah media komunikasi termurah untuk
menciptakan komunikasi antarpihak dalam lingkup tertentu. Mading dikenal paling
praktis mengingat bahan dan volume tulisan dapat diatur secara elastis,
disesuaikan dengan tema dan keperluan yang aktual.
Dengan adanya mading, bermacam informasi dapat
disampaikan secara mudah ke seluruh wilayah sesuai dengan lingkup yang
direncanakan. Dengan membaca mading, banyak hal yang semula tidak diketahui
akhirnya menjadi perbendaharaan pengetahuan, baik yang bersifat praktis maupun
yang perlu perenungan.
2. Wadah kreativitas
Pada umumnya kegiatan anak muda tidak pernah sepi dari
kreativitas, misalnya olah seni,
keterampilan, permainan, dan tidak ketinggalan pula aktivitas ekspresi tulis.
Lewat karya tulis akan tersalurkan dua macam manfaat yang bersifat timbal
balik. Dari sisi penulis, majalah dinding adalah tempat untuk mencurahkan
bermacam ide. Beragam gagasan, pikiran, daya cipta, bahkan fantasi yang
mengiringi perkembangan jiwanya perlu penyaluran dan media untuk menuangkannya.
Maka tepatlah apabila mading digunakan sebagai wadah curahan kreativitas kawula
muda karena didukung oleh sifatnya yang mudah dilaksanakan dengan biaya yang
murah.
Dari sisi lain, pembaca akan mendapatkan penyaluran
yang berkaitan dengan keinginan, cita-cita, kecintaan, kerinduan, keprihatinan,
dan berbagai pikiran lain yang tidak dapat disalurkannya sendiri. Dengan
membaca tulisan-tulisan teman atau orang lain, terlepaslah ia dari berbagai
gejolak yang ada dalam dirinya. Mading dapat menjadi tuangan aspirasi diri bagi
pembaca yang telah dituliskan orang lain, dan menjadi sarana bersama penulisnya
untuk berpendapat tentang sesuatu, berkeinginan, berkomentar, berolok-olok,
mengkritik, serta masih banyak lagi yang lain.
3. Menumbuhkan kebiasaan membaca
Dunia akan menjadi luas bila kita senang membaca.
Untuk itu, kegemaran membaca harus ditanamkan. Dalam hal ini mading punya andil
yang besar. Mading dapat tampil setiap saat tanpa dihadang oleh sejumlah
kesulitan. Mading dapat diterbitkan oleh siapa saja dalam jangka waktu yang relatif bebas tergantung animo
pembaca. Kalau pembacanya menghendaki, mading dapat ditampilkan setiap hari dengan materi tulisan yang bersifat
aktual sesuai lingkungan. Apabila minat baca dan atensi menulis masyarakat
sedang-sedang saja, mading dapat diganti tiap bulan atau tiap-tiap minggu.
4. Pengisi waktu
Banyak anak tidak
dapat mengisi waktu luangnya dengan baik. Kelebihan energinya dibuang percuma. Semua
itu sebenarnya dapat ditangguhkan dengan membaca mading, kemudian aktif
menulis. Apabila kelebihan tenaga yang diboroskan itu digunakan untuk menulis
dalam lembaran mading, tentu akan banyak bermanfaat bagi perkembangan dan
pertumbuhan jiwanya. Di samping itu, tentu juga bermanfaat bagi
pihak lain.
5. Kecerdasan berpikir
Membaca mading akan membangkitkan gairah untuk mencari
bacaan lain lewat "umpan" yang disajikan dalam mading. Sangat mungkin
sajian-sajian mading itu belum sepenuhnya memenuhi selera pembacanya. Hal ini
akan menjadikan mading berperan sebagai perangsang bagi pembacanya untuk
mencari bahan bacaan lain yang lebih lengkap.
Kebiasaan membaca akan menambah pengetahuan pembaca
dalam berbagai bidang. Semakin banyak membaca, pengetahuan siapa pun akan
bertambah. Secara tidak langsung hal itu akan menjadi pendorong bertambahnya
kecerdasan. Dengan demikian, jelaslah bahwa mading menjadi "terminal
awal" yang dapat menjembatani lahirnya pengetahuan, ketangkasan berpikir,
dan terbentuknya kecerdasan.
6. Berorganisasi
Menghadirkan selembar mading berarti mengorganisasikan
sekelompok anak . Mading menuntun semua yang terlibat di dalamnya untuk
berorganisasi. Mading adalah perwujudan kerja tim atau kerja kelompok yang
perlu saling mematuhi kesepakatan, aturan yang telah ditetapkan, kedisiplinan
diri, dan kesungguhan bekerja. Dengan menyiapkan mading, secara otomatis siapa
saja akan menghayati arti organisasi dan langsung terkait dengan aktivitas di
dalamnya.
7. Melatih kemampuan menulis
Banyak penulis yang menggunakan media mading sebagai
wahana berlatih. Berawal dari senang menulis hal-hal yang sederhana, tidak
mustahil seseorang menjadi terbuka wawasannya untuk lebih mengembangkan
kesenangannya dalam bidang kepenulisan secara lebih profesional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar